Rabu, 16 April 2014

Strategi Perencanaan Perekonomian Indonesia


Nama   : Imam Rosyadi
Npm     : 13112640
Kelas   : 2ka11

Strategi Perencanaan Perekonomian Indonesia

Perencanaan adalah teknik atau cara untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya serta telah dirumuskan. Menurut Moch Hatta tujuan perencanaan adalah mengadakan suatu perekonomian nasional yang diatur direncanakan tujuannya dan jalannya, sedang Widjojo Nitisastro perencanaan pada asasnya berkisar pada dua hal, yaitu penentuan pilihan secara sadar mengenai tujuan kongkrit yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu berdasar nilai  yang dianut, yang kedua pilihan diantara alternative efisien secara rasional guna mencapai tujuan tersebut.
Dapat disimpulkan perencanaan ekonomi adalah pengendalian dan pengaturan perekonomian secara sengaja oleh suatu penguasa pusat saat mencapai suatu sasaran dan tujuan di dalam jangka waktu tertentu.

II.     Pembahasan

Proses Perencanaan Ekonomi :
Dibagi dalam 3 bab, yaitu :

a. Fungsi kesejahteraan memberikan suatu ukuran apakah perancanaan akan memenuhi tujuan nasional atau tidak.
b.   Mengukur ketersediaan sumberdaya yang langka selama periode perencanaan tersebut,
c. Memilih cara (kegiatan atau alat) yang digunakan untuk mencapai tujuan nasional
Sekarang ini bangsa Indonesia sedang berkembang setelah badai krisis yang menerjang bangsa ini pada tahun 1998 sd tahun 2002. Banyak cara yang dilakukan pemerintah dalam penyelamatan perekonomian diantaranya :
a.       Program jaringan pengaman sosial

Tujuan dari JPS sendiri adalah :
-         Memulihkan kecukupan pangan yang terjangkau oleh masyarakat miskin
-         Menciptakan kesempatan kerja produktif
-         Meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin
b.      Program ketahanan pangan
c.       Program padat karya dan penciptaan Lapangan kerja
Dalam bidang keuangan perbankan hal yang dilakukan waktu itu pemulihan kondisi financial adalah :
a.       Membentuk badan penyehatan perbankan
b.      Restrukturisasi hutang luar negeri
Hasil dari semua itu adalah bangsa Indonesia mulai bisa lepas dari masa krisis. Namun begitu bangsa kita tetap harus waspada dengan kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil dikarenakan adanya krisis kredit di amerika (Supreme Mortgage). Dimana krisis ini benar – benar memberikan impact yang besar terhadap dunia.
Bangsa kita adalah bangsa yang kaya baik dari segi alam dan humanismenya. Sehingga bangsa kita pasti bisa maju di era persaingan global ini. Adapun masterplan Bappenas tahun 2010 – 2014 adalah sebagai berikut :

1.      Sumber pendanaan yang mudah diakses , efisien dan kompetitif
Strategi :
a.       Mengurangi hambatan bagi dunia usaha untuk mengakses pasar modal
b.      Meingkatkan akses masyarakat terhadap lembaga pembiayaan dan penjamin
2.      Sarana investasi yang kondusif dan atraktif
Strategi :
a.       Meningkatkan penyebaran informasi
b.      Mendorong diversifikasi instrument pasar modal
c.       Meningkatkan pasar modal berbasis syariah
d.      Meningkatkan kemudahan bertransaksi
3.      Industry yang stabil tahan uji dan likuid
Startegi :
a.       Meningkatkan kualitas pelaku industry
b.      Mendorong industry meningkatkan tatakelolanya
c.       Meningkatkan kemampuan industry dalam mengelola risiko

Selain masterplan diatas kita masih bisa meningkatkan berbagai factor kekayaan alam yang kita miliki seperti :
-         Mengembangkan sector pertanian guna meningkatkan daya tahan pangan baik pertanian darat maupun laut
-         Mengembangkan usaha kecil mandiri ditengah masyarakat
-         Memberdayakan pariwisata yang ada agar lebih maju
-         Mengembangkan kesenian sebagai sumber sector seni.
Selain dari sector ekonomi sebaiknya tidak dilupakan perlunya dorongan stabil dari sector politik. Dengan kondusifnya sector politik maka kestabilan perekonomian bisa terjaga.

Perekonomian Indonesia

Nama          : Imam Rosyadi
Npm           :  13112640
Kelas          :  2ka11


Sistem Perekonomian Indonesia

    A.     Perkembangan sistem ekonomi orde lama

a.      Kondisi Politik

·           Indonesia menghadapi 2 perang besar dengan Belanda

·           Gejolak politik dalam negeri dan beberapa pemberontakan

·           Manajemen ekonomi makro yang buruk


b.      Kondisi ekonomi tidak menguntungkan

·       Selama dekade 1950an, pertumbuhan ekonomi rata-rata 7%
·      Periode 1960 – 1966, pertumbuhan ekonomi 1,9% dan stagflasi (high rate of unemployment and inflation)
·       Periode 1955 – 1965, rata-rata pendapatan pemerintah Rp 151 juta dan pengeluaran Rp 359  juta
·           Produksi sektor pertanian dan perindustrian sangat rendah sebagai akibat dari kurangnya kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung
·           Jumlah uang yang beredar berlebihan, sehingga terjadi inflasi

B.     Perkembangan Sistem Ekonomi Orde Baru

Sejak Maret 1966, Pemerintah mengarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial. Pemerintah meninggalkan idiologi komunis dan menjalin hubungan dengan Negara barat dan menjadi anggota PBB, IMF, dan Bank Dunia.

Kondisi perekonomian Indonesia:

a.       Ketidakmampuan membayar hutang LN US $32 Milyar

b.      Penerimaan ekspor hanya setengah dari pengeluaran untuk impor

c.       Pengendalian anggaran belanja dan pemungutan pajak yang tidak berdaya

d.      Inflasi 30 – 50 persen per bulan

e.       Kondisi prasarana perekonomian yang buruk

f.       Kapasitas produktif sektor industri dan ekspor menurun

Prioritas kebijakan ekonomi:

a.       Memerangi hiperinflasi

b.      Mencukupkan persediaan pangan (beras)

c.       merehabilitasi prasaran perekonomian

d.      Peningkatan ekspor

e.       Penyediaan lapangan kerja

f.       Mengundang investor asing

Program ekonomi orde baru mencakup:

a.       Jangka pendek

·           Juli – Desember 1966 untuk program pemulihan

·           Januari – Juni 1967 untuk tahap rehabilitasi

·           Juli – Desember 1967 untuk tahap konsolidasi

·           Januari – Juni 1968 untuk tahap stabilisasi

b.      Jangka panjang yang berupa Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) mulai April tahun 1969.

Dalam rangka mendukung kebijakan jangka pendek, pemerintah:

a.       Memperkenalkan kebijakan anggaran berimbang (balanced budget policy)

b.      Pembentukan IGGI

c.       Melakukan reformasi terhadap sistem perbankan

·           UU tahun 1967 tentang Perbankan

·           UU tahun 1968 tentang Bank Sentral

·           UU tahun 1968 tentang Bank Asing

d.      Menjadi anggota kembali IMF

e.       Pemberian peran yang lebih besar kepada bank bank dan lembaga keuangan lain sebagai ’”agen pembangunan”. Dengan memobilisasi tabungan masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memainkan peranan penting untuk pembangunan pasar uang dan pasar modal.

Mulai 1 April 1969,  Program pembangunan jangka panjang terdiri dari tahapan-tahapan REPELITA dengan sasaran:

a.       stabilitas perekonomian

b.      pertumbuhan ekonomi

c.       pemerataan hasil pembangunan

  • Kondisi utama yang harus dipenuhi untuk pembangunan ekonomi yang baik:

a.       Kemauan politik yang kuat

b.      Stabilitas ekonomi dan politik

c.       SDM yang lebih baik

d.      Sistem politik dan ekonomi yang terbuka yang beroorientasi ke barat

e.       Kondisi ekonomi dan politik dunia yang lebih baik




Selasa, 19 November 2013

sitem perekonomian indonesia

NAMA          : Imam Rosyadi
NPM             : 13112640
KELAS          : 2ka11


SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

A. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari kata “systÄ“ma” (dalam Bahasa Yunani) yang mengandung arti “keseluruhan dari bermacam-macam bagian “.
Pengertian sistem menurut beberapa ahli :
L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
C.W. Churchman. 
“Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
B. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah suatu proses penerapan yang saling behubungan dan berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dan identitas tersendiri.
Sistem Ekonomi terbagi menjadi 4 macam yaitu :
1.   Sistem Ekonomi Tradisional
2.   Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat
3.   Sistem Ekonomi Bebas/Liberal
4.   Sistem Ekonomi Campuran
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ini memiliki tradisi aktivitas ekonomi yang dilakukan secara turun-temurun. Dan masyarakatnya tetap menjaga nilai budaya setempat, sehingga kegiatan perekonomiannya masih bergotong-royong dan kekeluargaan.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional antara lain adalah sebagai berikut :
·         Pembagian struktur kerja belum ada
·         Masih menggunakan tukar-menukar barang/barter
·         Sifat kekeluargaan tergolong tinggi
·         Proses produksinya tergantung pada alam,misalnya bertani, berladang, berkebun dan sebagainya
·         Alat untuk memproduksi sangat sederhana. 
2. Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat
Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah.
Sistem ekonomi terpusat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Negara menguasai semua alat produksi
·         Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
·         Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur pemerintah secara terpusat
·         Hak milik individu tidak diakui
·         Pemerintah mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi **
3. Sistem Ekonomi Bebas/Liberal
Sistem ekonomi liberal yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing.
Ciri-cirinya :
·         Harga barang ditentukan oleh pasar
·         Timbulnya persaingan bebas
·         Adanya pengakuan terhadap hak individu
·         Setiap individu bebas mengejar keuntungan
·         Modal memegang peranan sangat penting. 
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. 
Ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran :
·         Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
·         Adanya pihak swasta yang ikut berperan dalam kegiatan perekonomian

C. Sistem Perekonomian Indonesia
Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu telah merumuskan sistem perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok. Tokoh ekonomi indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa sistem yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi dalam proses perkembanganya telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut Demokrasi Ekonomi.
Mengapa di[ilih sistem Demokrasi ekonomi, karena menurut beliau sistem Demokrasi Ekonomi memiliki ciri-ciri yang positif, diantaranya adalah :
1.   Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
2.   Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3.   Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendakinya serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
4.   Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
5.   Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
6.   Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Dengan demikian perekonomian Indonesia tidak mengizinkan adanya :
Free fiht liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.
Etatisme, yaitu keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja
Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli. Disini konsumen seperti robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.
Meskipun awal perkembangan perekonomian indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’ namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai masa orde baru.
Faktor-faktor penyebab kegagalan sistem perekonomian Indonesia adalah :
·         Program tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga keputusan yang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah politik bukan masalah ekonomi.
·         Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi justru dialokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
·         Adanya kecenderungan terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.
Akibat yang ditimbulkan dari sistem etatisme yang pernah terjadi di indonesia pada periode tersebut, yaitu :
1.   Semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai ekspor kita.
2.   Hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek ‘Mercu Suar’
3.   Defisit anggaran negara yang makin besar
4.   laju pertumbuhan penduduk yang lebih besar dari pertumbuhan ekonomi

D. Para Pelaku Ekonomi
            Mungkin dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga pelaku ekonomi, yaitu :
·         Pemilik faktor produksi
·         Konsumen
·         Produsen
             Dan dalam ilmu ekonomi makro ada :
·         Sektor rumah tangga
·         Sektor swasta
·         Sektor pemerintah
·         Sektor luar negeri
Maka dalam perekonomian indonesia sendiri dikenal tiga pelaku pokok :
1.   Koperasi
2.   Sektor Swasta, dan
3.   Sektor pemerintah
sesuai dengan konsep trilogi pembangunan, yang masing-masing pelaku tersebut memiliki fungsi sebagai berikut :
·         Koperasi 
Sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini.
1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.
2) Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
·         Sektor Swasta
Peran yang diberikan sektor swasta dalam perekonomian Indonesia seperti berikut ini.
1) Membantu meningkatkan produksi nasional.
2) Menciptakan kesempatan dan lapangan kerja baru.
3) Membantu pemerintah dalam usaha pemerataan pendapatan.
4) Membantu pemerintah mengurangi pengangguran.
5) Menambah sumber devisa bagi pemerintah.
6) Meningkatkan sumber pendapatan negara melalui pajak.
7) Membantu pemerintah memakmurkan bangsa.
·         Sektor Pemerintah
secara umum sektor pemerintah memiliki fungsi :
1) Mengelola cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak.
2) Sebagai pengelola bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya secara efektif dan efisien.
3) Sebagai alat bagi pemerintah untuk menunjang kebijaksanaan di bidang ekonomi.
4) Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sehingga dapat menyerap tenaga kerja.



Rabu, 03 Oktober 2012

Tugas algoritma dan Pemograman 1B (qbasic)

BAHASA QBASIC
Program menghitung luas dan keliling lingkaran :
*Menghitung luas :
   Print"Program Menghitung Luas Lingkaran"
   Input"Masukan nilai Jari-jari"; jari-jari
   luas = 3.14*jari-jari*jari-jari
   Print"Luas Lingkaran="; luas
   end
*Menghitung keliling lingkaran
    Print"Program Menghitung Keliling lingkaran"
    Input"Masukan nilai Jari-jari"; jari-jari
    Keliling = 2*3.14*jari-jari
    print"Keliling Lingkaran="; keliling 
    end

#ket :
phi=3.14 bersifat mutlak dan tidak bisa di input oleh user
nilai lingkaran hanyalah diameter atau jari-jari
untuk mempersingkat koding program ini hanya menginput satu nilai jari-jari saja dan ketika di enter otomatis akan menghitung luas dan keliling lingkaran tersebut.

*Menghitung Volume Balok
    Print"Program Menghitung Volume Balok"
    Input"Masukan nilai Panjang"; p
    Input"Masukan nilai Lebar"; l
    Input"Masukan nilai Tinggi"; t
    volume = p*l*t
    print"Volume Balok="; volume 
    end
*Menghitung Luas Balok
    Print"Program Menghitung Luas Balok"
    Input"Masukan nilai Panjang="; p
    Input"Masukan nilai Lebar="; l
    Input"Masukan nilai Tinggi="; t
    luas=2*(p*l)+(p*t)+(l*t)
    print"Luas Balok="; luas 
    end

#ket 
  p & l & t merupakan variabel dari panjang & lebar & tinggi , variabel itu  bebas membuat'a ,